Aku bukanlah pujangga layaknya Khalil Gibran dengan ribuan puisi cintanya dan Aku juga bukanlah seorang Sapardi Djoko Darmono yang berhasil ciptakan "Aku Ingin". Jika Aku seperti mereka, mungkin kamu saat ini sudah berada disampingku dan hidup bersamaku tak terpisahkan lagi. Mungkin inilah nasib pria seperti, pria yang tak bisa mengolah kata atau lebih pantasnya disebut pria tanpa kata.
Beruntung bagiku bisa bersahabat dengan pena dan kertas, dan melalui mereka aku berusaha mengungkapkan tentang perasaanku. Tentang cintaku pada gadis manis yang aku temui saat aku masih duduk di bangku kuliah. Semoga dia tahu dan memahami apa yang kurasa, serta berharap dia mau menerimaku dengan segala kekuranganku. ehmmm " semoga saja apa yang kuharapkan terwujud" gumamku.
Saat itu aku sedang berada di kamarku yang tidak terlalu luas dengan pencahayaan berasal dari sinar sebuab lampu bohlam 5 watt.Aku ambil kertas dari tengah sebuah buku, yang lalu kuletakkan kertas putih bersih itu pada sebuah meja kecil. Kemudian aku duduk bersila,dan tak lupa pula tangan kananku memegang sebuah pena hitam. " Mari kita mulai teman" ujarku pada kertas, pena, lampu bohlam dan kamarku.
Saat kau sedang membaca tulisanku ini, mungkin kau berpikir ini adalah tulisan terjelek dan terbodoh yang amat tidak
penting dan kau tentu saja berniat membuang kertas dan isinya ini ke tempat sampah tanpa menggulungnya serupa bola atau merobeknya dulu sebelum kau selesai membacanya, Dan hanya
satu permintaanku saat kau membaca tulisanku ini,
teruslah membacanya sampai kau selesai, karena tulisanku ini berisi tentang luapan perasaanku
kepadamu, Silahkan buang atau bakar kertas ini jika kau sudah selesai membaca. Seperti yang sudah aku utarakan tadi. Aku tahu, kata-kata cinta yang kutulis ini tidaklah indah, aku juga sadar bahwa aku tak cukup tampan untuk
bisa memiliki dirimu yang manis serupa tebu, Tapi bukankah setiap manusia mempunyai hak yang sama untuk bisa mengungkapkan cinta.
Sudah 4 tahun lamanya aku mencintai kamu, tanpa kamu di sini, di sampingku. Empat tahun pula aku selalu menjaga sendiri api cinta ini, melihat senyummu, dan menatap wajahmu hanya lewat bayang. Tahukah kau, itulah empat tahun terindah dan terberat dalam hidupku. Dan kini tibalah saatnya aku mengungkapkan perasan
ini lagi kepadamu, perasaan yang selama empat tahun tanpa berhenti menjaga cinta tanpa kamu.
Aku harus katakan ini lagi "Jujur.. saat kupertama melihatmu, aku tertarik, terpesona, tertegun oleh dirimu. Kulihat saat pandangan pertama semua perasaan indah berada dihati ini. Dan untuk kesekian kalinya aku nyatakan bahwa aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu karena kau sangat berarti bagiku. Hmhh … jika aku berbohong, Tuhan tahu ini adalah kebohongan terpercaya yang terlahir dari kejujuran yang penuh cinta. "Cintaku kepadamu terlalu indah untuk dirusak oleh kebohongan.Ketahuilah, bahwa bagiku … Saying I love you, is the same as saying I live for you. Aku hidup untukmu, karena tanpamu … aku sebaik tiada."
Published with Blogger-droid v1.7.4
No comments:
Post a Comment