Thursday, 27 September 2012

Untukmu Kawan - Part 2

Hari Selasa tanggal 25 September 2012 salah satu kawan terbaikku telah pergi, Sukma Setiaji atau biasa aku panggil dengan nama Aji. Dia masihlah teramat muda, enerjik dan penuh semangat dalam meraih masa depan. Namun Dia tidaklah cukup mampu menghentikan takdir. Kematian telah memisahkan dari semua mimpi, cita-cita, keluarga dan teman yang dia sayangi. Perpisahan memang teramat menyedihkan, namun aku agak ragu kawanku di sana akan mengalami hal yang sama.Pertemuanku dengan Aji terakhir adalah saat lebaran kemarin, sangatlah singkat. Ketika itu ada banyak yang akan kuceritakan, andai liburku lebih lama pun mungkin Kau juga sama sepertiku, banyak cerita yang ingin kau sampaikan.

Dalam islam kita dianjurkan untuk mengirimkan doa-doa tahlil dan Al
Fatehah agar mereka yang telah berada di alam sana bisa mempunyai energi positif untuk
menerangi jalannya agar cepat sampai ke tujuannya. Sayang sekali belum pernah ada orang mati yang bisa hidup kembali.
Kematian begitu amat dekat, dengan diam-diam mengikuti kemana saja kita pergi. Kita tak
akan pernah tahu kapan kematian akan menghampiri. Siap atau tidak, malaikat pencabut nyawa akan datang memaksa. Manusia tidak bisa meminta, menunda atau memajukan. Begitulah kita tak punya pilihan sama sekali. Yang bisa kita lakukan hanyalah bersiap - siap saja. Andai saja kita bisa mengetahui kapan kita mati, sehingga kita bisa mempersiapkan diri lebih baik.

Meskipun aku sudah sering mendengar berita kematian setiap hari dari toa masjid, sms, twitter, facebook atau iklan pengumuman di koran, tetap saja aku shock dan sedih membaca kabar duka yang dikirim hampir bersamaan oleh Febri, Tato dan ayahku pada jam 20:30; 25 September 2012.

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun Kawan, saudara dan sahabat kita, Sukma Setiaji (Aji) mengalami kecelakaan hingga meninggal dunia dan sekarang masih di rumah sakit. Mohon doanya semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang
ditinggalkan bisa ikhlas dan tabah”.

Sejenak aku tak percaya saat menerima sms itu. Sejenak pula aku melamun dan merenung tentang kematian yang sudah pasti ini. Suatu saat nanti aku pasti mengalami. Ketika teman -temanku telah banyak yang pergi, rasanya kematian itu kini terasa lebih dekat lagi. Tiba-tiba takut, takut berpisah, takut kehilangan, takut terlempar dari dunia, “zona nyaman” yang melenakan ini. Buat kawan, saudara dan sahabatku yang saat ini masih bisa melangkahkan kaki di atas tanah, bumi dan dunia yang selalu menghadirkan macam-macam rasa. "Kematian adalah sebuah peringatan buat kita, di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…

Seharusnya aku bisa hadir ke rumahmu untuk sekedar menjenguk tubuh kakumu. Tapi karena jarak, waktu dan kesibukkan hanya kata - kata dan tulisan inilah yang bisa keluar dari otak dan bibir saya. entah, apakah kau dari sana bisa mencerna dan memahami apa yang aku sampaikan. Yang jelas keadaan ini telah meninggalkan kesedihan bagi orang tuamu, keluargamu dan seluruh orang yang menyayangimu hingga meneteskan air mata.

Ya Allah, aku tidak ada kuasa sedikit pun untuk merubah setiap keputusan-Mu.

Ya Allah, rahmat dan ampunanmu melebihi dosa yang pernah kami buat. Engkau maha tahu ya Allah, adakah diantara hamba-Mu yang tak pernah berbuat dosa ? Maka ampunilah dosa - dosanya.

Ya Allah, pandanglah kebaikan yang pernah dia buat. Gunakanlah sebagai pemberat timbangan amal kebaikannya.

Ya Allah, dengan kasih sayang-Mu luaskanlah kuburnya, hilangkanlah siksa kubur baginya, berikanlah naungan padanya dipadang Masyar,
dan tataplah ia dengan pandangan rahmat-Mu.

Ya Allah, jaga kawanku, sayangi dia
sebagaimana Engkau menyanyangi para kekasih-Mu

Selamat jalan kawan, kadang hidup tidak memberikan kita banyak pilihan. Terima kasih untuk pertemanan yang pernah ada. Terima kasih karena pernah menjadi bagian dan mewarnai
hidupku, Aku tidaklah pernah menyesal dan malu berkawan denganmu dan aku berharap kamu juga sama, semoga kebahagian selalu bersama kamu disana.
Amien. Amien. Amien....


Dedicated to:
Sukma "Aji" Setiaji
I will always miss you my friend
Published with Blogger-droid v1.7.4

No comments:

Post a Comment