Aku hanya mencintai seseorang yang karenaku dia menjadi lemah. Lemah untuk menyakitiku sehinggga cintanya hanya ingin melihatku bahagia.
Dan aku hanya mencintai seseorang yang karenanya aku menjadi lemah. Lemah untuk menyakitinya sehingga hanya ingin melihatnya bahagia.
Aku ingin melukis harapan bersamanya. Dengan Tuhan sebagai penuntun warna dan kanvas yang akan dipakai agar harapan itu tak lekang oleh waktu.
Saat ini kehadirannya tak lebih dari sebuah mimpi. Hanya itu yang bisa aku lakukan sekarang. Karena itu jangan bangunkan Aku terlebih dahulu.
Andai kau tahu betapa hati ini
mengharap bersamanya, takkan pernah ku sia-siakan sedetik pun.
Tak perlu aku bohongi diriku sendiri, kalau aku tak bisa jauh darinya atau tuk meninggalkannys.
Bagaimana mungkin aku meninggalkannya, sementara ada bagian yang tertinggal di dalam dirinya. Tertinggal? Tidak juga ! Dia memang telah tinggal di situ.
Mungkin jarakku terlalu jauh untuk memandangnya, namun aku
hanya butuh nafas sehela untuk perlu mengingat senyummnya.
Sesekali pinjamkanlah mata dan hatimu agar kau tau betapa pentingnya kamu di mataku.
Sesekali pinjamkanlah telinga dan jatungmu agar kamu tahu betapa ada nama kamu dalam setiap detik detak jantungku.
Dan sesekali hadirlah disini agar kamu tau pentingnya kamu buat diriku.
Published with Blogger-droid v1.7.4
No comments:
Post a Comment