Sunday, 4 November 2012

Pelatih Legendaris : Jock Stein


Jhon " Jock" Stein lahir pada tanggal 5 Oktober 1922, di sebuah desa pertambangan kecil Lanarkshire, Skotlandia. Dia merupakan pelatih tersukses sepanjang sejarah klub Glasgow Celtic. Selama menangani Glasgow Celtic, Jock mempersembahkan sembilan gelar juara Liga Skotlandia berturut - turut mulai musim 1965 - 1966 hingga 1973 - 1974. Satu gelar Liga Skotlandia dia persembahkan lagi di musim 1976 - 1977. Selain itu Ia juga mengantar Glasgow Celtic meraih gelar Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia sebanyak 14 kali. Tetapi gelar tertinggi yang pernah Ia raih bersama Glasgow Celtic adalah Juara Piala Champions musim 1966 -1967. Di musim itu juga Ia berhasil mencetak quadruple yaitu meraih gelar Piala Champions, Liga Skotlandia, Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia sekaligus. Namanya juga tercatat sebagai pelatih pertama yang membawa klub asal Britania Raya yang memperoleh gelar juara Piala Champions. Jock juga dikenang sebagai pelatih yang berhasil mengantar klubnya memenangkan semua gelar di semua kompetisi yang mereka ikuti. Yang lebih hebatnya lagi pada babak Final Piala Champions 1966 - 1967, ia menempatkan 10 pemain asli Glasgow guna menghadapi Inter Milan. Materi lokal dan formasi menyerangnya (4-2-4) tersebut mampu mengalahkan Inter dengan skor 2 -1 di stadion Nacional, Portugal. Padahal saat itu Inter berstatus sebagai juara eropa dua kali dan pada saat itu juga inter di latih Helenio Hererra yang terkenal dengan strategi bertahan atau yang sering disebut catenaccio.


Sepakbola nampaknya adalah takdirnya. Sampai menjelang ajalnya pun ia tetap mengabdikan dirinya di dunia sepakbola. Tepatnya pada tanggal 10 September 1985 ia meninggal saat mendampingi anak asuhnya di timnas Skotlandia yang sedang bertanding di match penentuan pada kualifikasi Piala Dunia 1986 melawan Wales. Rakyat Skotlandia berpesta merayakan kelolosan Skotlandia ke Piala dunia 1986, namun disaat yang sama juga rakyat Skotlandia juga berduka atas meninggalnya pelatih mereka. Sebuah duka yang sangat mendalam bagi rakyat Skotlandia.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Tuesday, 30 October 2012

THE LEGEND : ARTHUR FRIEDENRICH ( 2 )

Lanjutan.....

Pada tahun 1917 Ia bermain untuk Paulistano dan merupakan awal dari karier yang luar biasa, Ia berhasil menjadi pencetak terbanyak di Liga Sao Paolo. Friedenreich menduduki puncak pencetak gol terbanyak di Liga São Paulo empat kali antara 1917 dan 1921. Ia berada di Paulistano sampai 1929, Ia berhasil meraih tujuh gelar kejuaran Liga Brasil (Pada saat itu di Brazil ada dua Liga jadi Paulistano berbagi juara dengan klub lain). Ia berhasil membawa Paulistano menjadi tim Brasil pertama yang tur Eropa, dan 11 golnya dalam delapan pertandingan menyebabkan Ia menjadi bintang sepak bola kelas dunia. Friedenreich juga mendapat kesempatan kedua untuk bermain di Coppa America, di Brasil pada tahun 1919. Hattricknya melengkapi kemenangan 6-0 dalam pertandingan pembukaan atas Chile, dan membantu Brasil memuncaki klasmen bersama dengan Uruguay, hal ini membuat juara harus ditentukan melalui play-off. Dan pertandingan menjadi pertandingan terlama dalam sejarah kejuaraan tersebut, pertandingan tersebut membutuhkan empat periode tambahan waktu 15 menit, sebelum Friedenreich meraih sukses untuk Brasil  dengan gol di menit 122, dan mengantarkan Brazil menjadi juara untuk pertama kalinya dan Ia sendiri menjadi pencetak gol terbanyak dengan empat golnya. Dia tidak dipanggil Timnas Brasil pada Coppa America 1921, diduga karena pemerintah tidak ingin pemain kulit hitam untuk ikut serta. Protes atas perlakuan terhadapnya menjadi titik balik dalam usaha mengakhiri diskriminasi rasial dalam sepak bola Amerika Selatan. Pada tahun 1922 dan 1925, Friedenreich kembali ikut ambil bagian di dua Coppa America. Pada tahun 1922, Brasil berhasil merebut gelar, tetapi Friedenreich tidak mencetak gol dalam turnamen ini, bahkan Ia tidak bermain di final. Pada tahun 1925, Ia bermain dalam pertandingan menentukan melawan Argentina. Dan Friedenreich membuka gol saat Brasil melanjutkan untuk memimpin 2-0 pada akhir babak pertama. Argentina berhasil meyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan akhirnya Argentina keluar sebagai Juara untuk kedua kalinya. Meskipun telah berusia 30 tahun, Friedenreich masih menjadi pencetak gol yang produktif klub dan menjadi pencetak gol terbanyak di liga Wilayah São Paulo pada tahun1927 dan 1929. Pada tahun 1930, untuk pertama kalinya Piala Dunia diadakan, meskipun Friedenreich berusia hampir 38 th, dia masih dianggap sebagai calon kuat untuk dipanggil masuk tim nasional Brasil. Namun, Faktanya Ia tidak dipanggil masuk timnas Brasil hal ini menimbulkan kontroversi di Brasil. Beberapa orang menyatakan bahwa Federasi Sepakbola Brasil lebih menyukai pemain yang berasal dari daerah Rio daripada pemain dari daerah São Paulo. Penampilan terakhir internasionalnya terjadi pada saat Brasil menang 3-2 atas Prancis tak lama setelah berakhirnya Piala Dunia 1930, tapi untuk tingkat klub karirnya belum berakhir.

 

Sebagian besar karirnya dihabiskan dengan bermain bagi São Paulo FC. Antara 1930 dan 1935 Ia telah mencetak 106 gol untuk klub dalam 127 penampilan dan ikut membantu memenangkan gelar liga, dia hanya kehilangan satu pertandingan di musim 1931. Karir Friedenreich berakhir setelah musim 1935, dimana saat itu Ia berusia 43 tahun. Ada banyak pendapat tentang berapa banyak gol yang dicetak selama kariernya, dimana tidak ada catatan yang akurat mengenai hal itu. Banyak sumber mengatakan bahwa Ia telah mencetak gol lebih dari 1.000, dan ada yang mengatakan bahwa ia telah mencetak 1.329 gol. Beberapa sumber menyatakan bahwa Ia adalah pencetak gol tertinggi dalam sejarah sepakbola, dan yang lain memberinya tempat kedua setelah Pele.

 

Setelah menderita penyakit Alzheimer, Friedenreich meninggal pada September 1969, pada usia 77. Kontribusinya kepada sepakbola sebanding dengan jumlah gol yang Ia cetak. Dia tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak lebih dari 1000 gol dan Ia juga telah menemukan tekhnik bermain bola yang akan terus berkembang sampai sekarang. DanYang paling penting, karirnya membuka jalan bagi generasi masa depan pemain kulit hitam di Brasil, dan membantu untuk memecahkan masalah rasialisme di Brasil dan seluruh dunia.

 

 

THE LEGEND : ARTHUR FRIEDENRICH (1)

Berawal dari ketika Saya melihat tayangan di History Channel mengenai sosok Arthur Friedenrich, Saya tertarik untuk menulisnya disini. Mungkin banyak orang yang tidak mengenal siapa Arthur Friedenrich. Dari berbagai sumber yang saya peroleh akhirnya saya dapat menulis di blog Saya tercinta ini. Selamat menikmati !!!!


 
Arthur Friedenreich lahir di São Paulo pada 18 Juli 1892. Ayahnya Oscar Friedenrich yang berasal dari Jerman dan ibunya Mathilde yang keturunan Afrika-Brasil. Karirnya dimulai pada tahun 1909 ketika ia bergabung SC Germania, sebuah klub di Brasil yang bermaterikan imigran dari Jerman. Pada tahun 1912 bergabung dengan klub Mackenzie College. 16 gol Ia cetak untuk Mackenzie di kejuaraan Wilayah São Paulo, Hal itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak di musim 1912, dan  menyebabkan Ia dipanggil untuk tim nasional



 Brazil melawan Argentina diajang tidak resmi. Dan Friedenreich mencetak satu gol Brasil, namun Brasil mengalami kekalahan 6-3. Ia pun mendapat julukan 'The Tiger'. Kemampuannya mengejutkan banyak orang dengan tubuh setinggi 178 cm. Selama lima tahun, Friedenreich berpindah klub di daerah São Paulo, termasuk Americano, Atlas, Paulista, Paysandu dan Paulistano. Ia juga membuat sejarah dengan Ypiranga, dia menjadi pencetak gol terbanyak liga di tahun 1914. Tahun itu juga, Ia menjalani debut resminya bersama tim nasional Brasil, dan Friedenreich bermain pertama kalinya pada saat pertandingan persahabatan melawan klub Inggris Exeter City. Ia menjadi pemain penting dari tim nasional Brasil, dan pada tahun 1916, Ia dipanggil Timnas Brasil untuk Coppa America yang pertama kali. Dalam turnamen yang diadakan di Argentina, Brasil melakukan dua pertandingan, yang pertama  mereka melawan Chile dan negara tuan rumah (Argentina) dengan hasil seri, tapi masih memiliki kesempatan untuk menjadi juara jika  mereka mampu mengalahkan Uruguay dalam pertandingan terakhir mereka. Friedenreich  membuat Brasil memimpin terlebih dahulu, tetapi Uruguay memukul balik untuk menang 2-1 dan akhirnya Brasil gagal juara di turnamen terse


BERSAMBUNG......

 

 

 

Sunday, 21 October 2012

Dewi Anggraini : Kesetiaan Cinta sampai mati

Apa yang terjadi pada manusia yang ada di dunia ini. Manusia seakan - akan secara massal melakukan perselingkuhan,laki - laki maupun perempuan berlomba mengumbar ketidaksetiaan dan pengkhianatan, kesetiaan sepertinya punah dari muka bumi ini. Namun disini saya tidak mau membicarakan tentang perselingkuhan dan pengkhianatan, tapi sebaliknya saya akan menceritakan tentang kesetiaan seorang perempuan pada suaminya. Silahkan simak, resapi dan terapkan dalam hidup anda.

Dewi Anggraini, mungkin sedikit cerita tentangnya. Dalam Mahabharata, Anggraini adalah nama istri Prabu Ekalaya alias Palgunadi, Raja Paranggelung. Ia berwajah cantik karena merupakan seorang puteri hapsari (bidadari) Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun) menarik hati dan sangat setia dan berbakti terhadap suami.  Dewi Anggraini adalah cewek yang berani menodai track record Arjuna, sebagai playboy yang dipuja dan dikejar-kejar oleh tiap perempuan… Nah cuma Anggraini perempuan yang pernah menolak cinta Arjuna karena kesetiaan pada suaminya. Tidak heran jika Dewi Anggraini digambarkan sebagai wanita yang jujur, setia dan baik hati pula.

Ketika itu Dewi Anggraini ditaksir Arjuna. Dia sudah menikah dengan Bambang Ekalaya atau Palgunadi, seorang Raja kecil. Dibandingkan dengan Arjuna, Palgunadi bukanlah apa - apa, kalah segalanya. Tapi Dewi Anggraini tetap setia , dia menolak menemui Arjuna, yang semakin hari semakin kelewatan, merasa paling ganteng sedunia walaupun pantas dia bilang begitu. Tapi kesalahan utama Arjuna pada saat itu adalah dia mengganggap “mudah” menaklukan hati tiap perempuan. Akhirnya dia dihajar oleh Palgunadi, seorang yang punya keahlian luar biasa dalam memanah, melebihi Arjuna. Palgunadi adalah murid tidak resmi Durna, seorang tokoh kampiun dalam olah kesaktian. Dikatakan tidak resmi karena Dia belajar dari patung sang Guru,mengandaikan patung tersebut memberi bimbingan kepadanya, sampai dia mendapatkan Cincin Mustika Ampal yang memungkinkan dia memanah dengan dua jempol atau 6 jari pada satu tangannya. Pada saat itu
Arjuna kalah dan menanyakan siapa guru dari Palgunadi. Mendengar jawaban Palgunadi, hatinya mendidih. Bagaimana tidak ternyata gurunya sendiri Durna diam - diam mempunyai murid yang lebih dari Dia, sedangkan Durna sendiri sudah teken kontrak tak akan punya murid lain.

Setelah kejadian itu Arjuna langsung menemui Gurunya dan menanyakan apa yang telah dia dengar. Durna yang merasa tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan ditambah lagi ia telah menjanjikan satu hal pada Arjuna, yaitu menjadikan Arjuna tokoh paling sakti di dunia dalam seni memanah. Akhirnya Durna menemui Palgunadi dan menipunya untuk memberikan Cincin Mustika Ampal yang ada di jempolnya. Karena kebaktian murid dan keinginan menjadi murid Sang Bagawan akhirnya Palgunadi rela menyerahkan pusaka satu - satunya yang merupakan sumber kehidupan.bagi dia.

Belakangan Palgunadi mengetahui.bahwa Arjuna lah yang meminta Dorna melakukan hal-hal tersebut kepada dirinya. Ia marah dan menantang Arjuna berkelahi namun karena Cincin Mustika Ampalnya telah diambil oleh Durna, yang oleh Durna diberikan kepada Arjuna. Maka perkelahian itu jadi tidak berimbang dan kemenangan hadir di pihak Arjuna, Palgunadi mati. Matinya Palguna membuat Sang Dewi ikut bela pati. Maka matilah dua pasangan tersebut. Disinilah kesetiaan seorang istri teruji sampai mati, godaan dari laki-laki yang disebut lananging jagad lancuring bawana, sempurna tanpa cela, bukanlah apa-apa, dibandingkan ikut mati suaminya.

Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia mati demi kehormatan suami
dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetiaannya kepada suaminya.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Saturday, 20 October 2012

Sukrasana.... Sukrasana

Ingatan Saya lagi mengembara ke arah masa lampau. Dimana zaman radio panggil sedang jaya-jayanya, sebagai alat komunikasi atau hanya untuk sekedar obrolan ala warkop. Di desa Saya setiap radio panggil memiliki nama tersendiri, saat itu menggunakan nama tokoh wayang. Dan Bapak Saya memberi nama Sukrasana. Dari lamunan inilah Saya menulis tentang siapa tokoh wayang yang satu ini ??

Dalam dunia wayang Sukrasana muncul sebagai perlambang cinta manusia kepada saudaranya atau manusia kepada manusia lainnya hingga rela mati di tangan manusia yang sangat disayanginya. Ia putra Resi Suwandagni dari pertapaan Argasekar dengan permaisuri Dewi Darini, seorang Hapsari keturunan Bathara Sambujana, putra Sanghyang Sambo. Ia mempunyai seorang kakak bernama Sumantri, yang berwajah sangat jauh berbeda dengannya. Sukrasana tercipta dari ari- ari Sumantri. Hal inilah yang menyebabkan Sukrasana tidak dapat dipisahkan dari Sumantri. Ya, memang bayi tidak dapat hidup tanpa adanya ari-ari. Ari-arilah yang akan menyalurkan makanan dari tubuh sang ibu ke dalam tubuh bayi sehingga bayi dapat berkembang sebelum nantinya dilahirkan ke dunia yang ramai ini dengan segala kekurangan dan kelebihannya ini. Begitu pun sebaliknya, apalah artinya ari- ari tanpa bayi? Ari-ari menjadi tiada guna, serupa korek api tanpa adanya rokok yang bisa disulut. Sepi dan hampa rasanya hidup. Oleh karena itu jika Sumantri tidak berada di dekatnya, Sukrasana akan resah dan kebingungan mencari-cari kakaknya yang sangat disayanginya itu ke penjuru sudut dunia sampai Ia berhasil menemukan kakaknya.

Sukrasana sedari kecil sudah memiliki rupa dan perawakan raksasa kerdil (bajang). Sekujur tubuhnya disesaki dengan segala cacat dan keburukan. Oleh karena cacatnya itu, bayi Sukrasana tidak dikehendaki keberadaanya hingga dibuang ke hutan tempat dimana segala jin, setan, dan binatang buas bersemayam dengan harapan agar Sukrasana dimakan atau sekedar dibunuh oleh para penghuni hutan tersebut. Namun, seperti halnya yang terjadi pada seorang Gathotkaca saat dimasukkan kawah Candradimuka. Sukrasana ternyata tidak mati bahkan disentuhnya pun tidak, malahan ia berubah menjadi sakti mandraguna, hanya saja keadaan fisiknya masihlah sama. Apa yang menimpa Sukrasana itu dianggap sebagai tapa brata dan ia dianggap berhasil lulus dalam tapa brata yang dilakoninya, Dewata berkenan memberikan Ajian Candrabirawa kepadanya. Ajian yang diciptakan oleh Batara Guru yang bersumber dari seluruh kekuatan raksasa Alengka yang dahulu mati saat barisan prajurit raksasa Alengka di bawah pimpinan Kumbakarna tersebut menyerang Kahyangan Batara Indra. Apa hebatnya ajian ini??? Jika boleh saya samakan ajian ini mirip seribu bayangan ala Naruto. Jika Sukrasana merapal Ajian Candrabirawa, akan muncul seribu raksasa kerdil putih yang jika diserang justru akan bertambah banyak dan kuat. Selain ajian ini, Sukrasana juga bisa berjalan dan terbang di langit. Meskipun Sukrasana buruk rupa, hatinya suci dan luhur. Konon, darah Sukrasana berwarna putih seperti Puntadewa dan Begawan Bagaspati. Ketiga orang ini mempunyai sifat nrima yang keterlaluan, bahkan jika nyawanya diminta sekalipun, pasti akan diberikan.

Apa yang menjadi pekerti Sukrasana itu termasuk laku terpuji dan patut ditiru. Dan sudah sepantasnya Kita sebagai manusia menirunya. Ikatan batin dengan saudara, entah itu saudara sedarah atau bukan harus tetap dibina, karena manusia adalah makhluk yang pada dasarnya selalu membutuhkan manusia lainnya. Bila tiada manusia lainnya, kita akan merasa kesepian dan tiada tempat yang untuk menyalurkan segenap rasa yang ada di dalam dirinya.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kemarin Saya memesan Jersey Milan tahun 2007/2008 ke teman Saya, Bang Taufik. Pada awalnya Saya memesan nama Gattuso dengan nomer punggung delapannya. Tapi entah kenapa, tadi pagi setelah melihat angel (sebutan bagi milanisti perempuan - red). Saya langsung menghubungi Bang Taufik untuk mengganti pesenan saya tadi dengan nama jersey Nesta dan nomer 13.

Semua orang tahu siapa Nesta. Dia adalah Salah satu bek terbaik dunia. Tapi tak banyak yang tahu bahwa dia adalah pemain pujaan seseorang disana. Saya katakan seseorang karena Dia memang orang tapi bukan itu saja..... Tak perlu saya jelaskan lebih lanjut. Tapi Saya tetap akan menulis karena ceritannya tidak habis disini.

Malam ini adalah malam minggu, seperti malam - malam minggu yang lainnya tak banyak aktivitas yang saya lakukan. Malam minggu adalah waktunya menyiapkan bermacam-macam cemilan lalu duduk manis di depan Tv nonton bola. Tapi sebenarnya alasannya bukan itu saja. Saya jomblo jadi malam minggu Saya habiskan di depan tv saja. Saat sedang asyik tak kusadari ada pesan di seluler saya, ternyata dari dia. Smsnya sangat singkat, cuma berisi kata-kata " J Rocks". Apa maksudnya??? Banyak yang tidak mengerti, tapi tidak masalah buat saya, saya mengerti maksud kamu. Ya saat ini J Rocks sedang manggung di Purbalingga, sekitar 30 menit dari tempat dimana Kita di lahirkan. J Rocks adalah salah satu grup band Indonesia yang kamu sukai,termasuk aku juga suka dengan band ini. Lagu - lagunya sebagian besar dapat mewakili perasaan Kita.

Minggu depan Saya akan pulang ke tempat dimana dilahirkan. Tempat yang berjarak 3 km dari tempat Kamu. Apa aku harus bertatap muka denganmu besok?? Saya bukan peramal dan saya tidak merencanakannya. Kita lihat saja besok.
Published with Blogger-droid v1.7.4

From Facebook to Blog

"km minta saya melihat dan menilai km tp tdk pernah km brusaha membuat saya tertarik,tdk
prnh mencoba membangun komunikasi...
Saya membaca status Facebook yang kamu tulis beberapa menit yang lalu. Entah kau tunjukkan untuk siapa, tapi saya rasa akulah orangnya. Bukanya saya kepedean tapi karena semua tuduhan mengarah kepadaku, harus kuakui aku tak bisa mengelak lagi bahkan lari menghindar untuk sembunyi pun tidak dari apa yang kau tuduhkan.

Ehmmmm baiklah, Saya akan menjelaskan tentang tuduhanmu, eeeehhhh bukan tuduhan tp kebenaran yg kau tulis di facebook. Aku benar-benar tak tahu harus melakukan apa. Saya ingin mengungkap sesuatu secara langsung, namun Saya tak bisa berbicara banyak setelah aku dengar suaramu, semua yang ada di kepalaku hilang melayang tak berbekas. Aku laki-laki, aku menginginkamu, tapi apa yang dapat aku lakukan?? tak ada.

Tuhan tahu seberapa besar aku menginginkamu, lewat doa yang selalu membawa namamu. Tuhan tahu seberapa besar aku mencintaimu dari berapa banyak dalam tiap doaku yang terselip namamu. Tapi dari mana kamu tahu apa yang saya inginkan, sementara saya tak pernah berkomunikasi dengan kamu. Sebenarnya saya ingin ngobrol, tapi tak tahu harus ngomong apa!!! Tanyakan itu pada Tuhan???

Andai kau ijinkan saya lebih memilih menulis apa yang saya ingin katakan daripada harus mengucapkannya kepadamu. Andai saya bisa memilih? Saya akan memilih mengirimkan surat ke rumahmu daripada harus lewat telepon. Tapi apa kamu mau??? Maafkan Saya yang seakan tak menunjukan kesungguhanku, maafkan aku tentang kekuranganku ini. Saat ini saya hanya berharap kau tahu apa yang saya inginkan....
Published with Blogger-droid v1.7.4