Dewi Anggraini, mungkin sedikit cerita tentangnya. Dalam Mahabharata, Anggraini adalah nama istri Prabu Ekalaya alias Palgunadi, Raja Paranggelung. Ia berwajah cantik karena merupakan seorang puteri hapsari (bidadari) Warsiki. Dewi Anggraini mempunyai sifat setia, murah hati, baik budi, sabar dan jatmika (selalu dengan sopan santun) menarik hati dan sangat setia dan berbakti terhadap suami. Dewi Anggraini adalah cewek yang berani menodai track record Arjuna, sebagai playboy yang dipuja dan dikejar-kejar oleh tiap perempuan… Nah cuma Anggraini perempuan yang pernah menolak cinta Arjuna karena kesetiaan pada suaminya. Tidak heran jika Dewi Anggraini digambarkan sebagai wanita yang jujur, setia dan baik hati pula.
Ketika itu Dewi Anggraini ditaksir Arjuna. Dia sudah menikah dengan Bambang Ekalaya atau Palgunadi, seorang Raja kecil. Dibandingkan dengan Arjuna, Palgunadi bukanlah apa - apa, kalah segalanya. Tapi Dewi Anggraini tetap setia , dia menolak menemui Arjuna, yang semakin hari semakin kelewatan, merasa paling ganteng sedunia walaupun pantas dia bilang begitu. Tapi kesalahan utama Arjuna pada saat itu adalah dia mengganggap “mudah” menaklukan hati tiap perempuan. Akhirnya dia dihajar oleh Palgunadi, seorang yang punya keahlian luar biasa dalam memanah, melebihi Arjuna. Palgunadi adalah murid tidak resmi Durna, seorang tokoh kampiun dalam olah kesaktian. Dikatakan tidak resmi karena Dia belajar dari patung sang Guru,mengandaikan patung tersebut memberi bimbingan kepadanya, sampai dia mendapatkan Cincin Mustika Ampal yang memungkinkan dia memanah dengan dua jempol atau 6 jari pada satu tangannya. Pada saat itu
Arjuna kalah dan menanyakan siapa guru dari Palgunadi. Mendengar jawaban Palgunadi, hatinya mendidih. Bagaimana tidak ternyata gurunya sendiri Durna diam - diam mempunyai murid yang lebih dari Dia, sedangkan Durna sendiri sudah teken kontrak tak akan punya murid lain.
Setelah kejadian itu Arjuna langsung menemui Gurunya dan menanyakan apa yang telah dia dengar. Durna yang merasa tidak melakukan seperti apa yang dituduhkan ditambah lagi ia telah menjanjikan satu hal pada Arjuna, yaitu menjadikan Arjuna tokoh paling sakti di dunia dalam seni memanah. Akhirnya Durna menemui Palgunadi dan menipunya untuk memberikan Cincin Mustika Ampal yang ada di jempolnya. Karena kebaktian murid dan keinginan menjadi murid Sang Bagawan akhirnya Palgunadi rela menyerahkan pusaka satu - satunya yang merupakan sumber kehidupan.bagi dia.
Belakangan Palgunadi mengetahui.bahwa Arjuna lah yang meminta Dorna melakukan hal-hal tersebut kepada dirinya. Ia marah dan menantang Arjuna berkelahi namun karena Cincin Mustika Ampalnya telah diambil oleh Durna, yang oleh Durna diberikan kepada Arjuna. Maka perkelahian itu jadi tidak berimbang dan kemenangan hadir di pihak Arjuna, Palgunadi mati. Matinya Palguna membuat Sang Dewi ikut bela pati. Maka matilah dua pasangan tersebut. Disinilah kesetiaan seorang istri teruji sampai mati, godaan dari laki-laki yang disebut lananging jagad lancuring bawana, sempurna tanpa cela, bukanlah apa-apa, dibandingkan ikut mati suaminya.
Dewi Anggraini menunjukan kesetiaannya sebagai istri sejati. Ia mati demi kehormatan suami
dan dirinya sendiri. Dewi Anggraini mati sebagai lambang kesetiaan seorang istri terhadap suaminya. Walaupun menghadapi godaan yang berwujud keindahan dan kelebihan orang lain, namun Dewi Anggraini tetap teguh cinta kesetiaannya kepada suaminya.
Published with Blogger-droid v1.7.4

No comments:
Post a Comment